ini tulisan lama yang pernah gue tulis tahun lalu. barusan bongkar-bongkar folder lama, jadi inget jaman-jaman nulis di KL setiap pulang kerja.
Entah Sampai Kapan, Aku Tidak Tahu
“Rasanya aku keburu menggebu-gebu untuk menafsirkan aku jatuh cinta padamu. Seharusnya tak seperti itu, tak secepat itu definisi dijabarkan waktu. Hati ini memerlukanmu untuk berteduh, melabuhkan rindu, namun entah sampai kapan aku tidak tahu.
Benakku saat ini berkecamuk kesetaraan rasa, aku hanya ingin melihatmu bahagia. Menemanimu menuju mimpi, berjalan bersamamu menikmati hari. Menjelajahi dunia yang dibagi berdua, dinikmati sebaik-baiknya, namun entah sampai kapan aku tidak tahu.
Bersamamu hanya untuk sementara waktu, karena aku sendiri tak yakin aku punya banyak masa untuk kuhabiskan sendirian. Bersamamu selama apapun yang aku mampu, tanpa memaksakan kau untuk menjadi milikku, atau membiarkan aku menjadi milikmu. Cinta – begitu kita menyebutnya – memang keabsahan yang mengisi dimensi kosong yang melibatkan aku dan kamu, namun entah sampai kapan aku tidak tahu.
Aku ragu aku tidak pernah jatuh hati, apalagi memiliki ambisi untuk selamanya menjadi kekasihmu. Aku ragu aku pernah menginginkanmu teramat sangat, lebih dari kapasitasku mengimbangi yang kau rasa. Aku ragu aku lupa memberimu tanda, layaknya kau sampai di tujuan, maka aku akan pamit pulang. Dan perjalanan ini adalah kesetiaan yang boleh kau nikmati sepuasnya, namun entah sampai kapan aku tidak tahu.
Kukirimi lagi kau pesan serupa pagi ini: Aku sayang padamu.
Tanpa beban apa-apa, dengan bahagia kutafsirkan apa yang kurasa apa adanya kepadamu. Namun entah sampai kapan, aku tidak tahu.”
jadi kangen nulis, nulis lagi dengan tatanan rasa seperti dulu.